Penyelidikan Tanah

Salah satu tahapan paling awal yang perlu dilakukan dalam membangun rumah adalah penyelidikan tanah, baik untuk proyek bangun baru maupun renovasi penambahan lantai. Penyelidikan tanah atau test sondir ini diperlukan untuk data dalam mendesain struktur (pondasi, sloof, kolom, balok, pelat) yang optimal (aman dan efisien, sehingga bisa dilakukan penghematan dari sisi struktur namun tetap aman mengikuti kaidah pembebanan standar).

Optimalisasi Dan Efisiensi Dalam Merancang Dan Membangun Rumah Tinggal

Selama berprofesi menjadi seorang arkonist (istilah saya untuk arsitek merangkap kontraktor), sebenarnya tanpa disadari saya telah menerapkan system value engineering (rekayasa nilai), yaitu suatu usaha yang dilakukan secara sistematik dan terorganisir untuk melakukan analisis terhadap fungsi sistem, produk, dan jasa dengan maksud untuk mencapai atau mengadakan fungsi yang esensial dengan life cycle cost yang terendah dan konsisten dengan kinerja, keandalan, kualitas dan keamanan yang disyaratkan (definisi diambil dari Makalah Puti Farida Marz

Pentingnya pengawasan proyek

Awal bulan Maret tahun 2008, saya diminta untuk datang memeriksa pekerjaan di Jambi oleh klien saya (biro saya yang dulu Swandi+Widjaja ditunjuk sebagai konsultan arsitek dan struktur serta melakukan pengawasan berkala). Proyek yang saya periksa ini adalah bangunan 2 lantai dengan luas 600m2 yang difungsikan sebagai klinik sekaligus apotek. Sesampainya di bandara St. Thaha, Jambi, saya dijemput secara oleh klien saya, dari bandara kami sarapan dahulu kemudian segera meluncur ke lokasi proyek.

Material Dinding

Pernah ada yang berkonsultasi kepada saya soal material dinding rumah. Ibu ini rupanya bingung rumah yang hendak dibangunnya lebih baik memakai dinding bata, bata beton ringan atau batako saja. Mungkin banyak yang memiliki pertanyaan yang sama juga, jadi saya akan mencoba mengulasnya secara ringkas namun harapannya bisa cukup membantu.

Bata merah

Jenis Penutup Lantai

Salah satu hal yang membuat rumah terasa kemewahan atau keindahannya adalah jenis penutup lantai yang digunakan. Penutup lantai ini harus sesuai dengan desain rumah secara keseluruhan agar terasa harmonisasinya. Contoh: suatu rumah dengan desain klasik, jelas tidak akan cocok bila penutup lantainya hanya keramik dengan ukuran 30 x 30 cm. keindahan desain klasik rumah Anda jelas tidak akan ‘keluar’, dan orang mungkin akan menganggap Anda tidak mampu membiayai rumah yang Anda impikan (rumah klasik) sehingga hanya memakai penutup lantai yang ‘biasa-biasa saja’.

Syndicate content

Info Blog

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape Labeled with ICRA