Jenis Penutup Lantai
Salah satu hal yang membuat rumah terasa kemewahan atau keindahannya adalah jenis penutup lantai yang digunakan. Penutup lantai ini harus sesuai dengan desain rumah secara keseluruhan agar terasa harmonisasinya. Contoh: suatu rumah dengan desain klasik, jelas tidak akan cocok bila penutup lantainya hanya keramik dengan ukuran 30 x 30 cm. keindahan desain klasik rumah Anda jelas tidak akan ‘keluar’, dan orang mungkin akan menganggap Anda tidak mampu membiayai rumah yang Anda impikan (rumah klasik) sehingga hanya memakai penutup lantai yang ‘biasa-biasa saja’. Dengan ilustrasi ini, saya rasa cukup jelas betapa pentingnya pemilihan jenis dan ukuran penutup lantai bagi rumah Anda.
Keramik

Salah satu jenis penutup lantai yang paling populer digunakan di Indonesia adalah keramik. Keramik yang ada di pasaran terdiri dari bermacam-macam merk, warna, ukuran, motif, jenis, dan negara pembuatnya. Keramik di pasaran harganya berkisar antara 25rb/m2 sampai 200rb/pcs nya. Merk-merk yang beredar di pasaran antara lain Roman, Mulia, ex China, dan lain sebagainya.
Ragam motif dan warna dari keramik sangat bervariasi, begitu juga ukuran dan jenisnya (contohnya cutting edge, glossy dan doff) serta teksturnya, membuat arsitek dengan mudah mengekspolarasi desain dan juga pola lantai yang hendak dibuat, dipermudah juga dengan dukungan pihak pabrik dengan membuat showroom, sehingga bisa mempermudah owner mambayangkan seperti apa rumahnya nantinya.
Penutup lantai ini dapat diaplikasikan kepada banyak macam desain rumah tinggal, mulai dari klasik hingga minimalis.
Parquette

Kayu juga dapat digunakan sebagai penutup lantai, jenisnya adalah parquette. Parquette ini terdiri dari 3 jenis, yaitu solid, layer, dan laminate. Parquette jenis solid terbuat dari kayu utuh (berupa lembaran papan dengan ukuran tertentu, yang banyak beredar di pasaran adalah yang terbuat dari kayu jati). Parquette jenis ini sangat terasa mewahnya (dan mahal tentunya), namun memiliki kekurangan apabila proses pengeringannya tidak sempurna, muai-susut kayunya sangat besar kemungkinannya.
Jenis berikutnya adalah layer, parquette jenis ini adalah yang paling sering saya gunakan dalam proyek-proyek saya. Karena terbuat dari kayu yang dibuat berlapis-lapis, parquette ini masih tetap mewah namun memiliki kestabilan terhadap muai-susut yang lebih baik bila dibandingkan dengan jenis solid.
Jenis yang terakhir adalah laminate, jenis ini harganya adalah yang terendah, namun jelas kalah mewah dengan dua jenis lainnya. Jenis laminate ini lapisan atasnya terbuat dari print motif kau yang di laminasi, sedangkan basenya biasanya terbuat dari hasil olahan kayu (mdf).
Penutup lantai jenis parquette ini bersifat hangat, oleh karena itu sebaiknya digunakan untuk rumah yang berlokasi di daerah yang sejuk atau ruangannya mengunakan penyejuk udara (AC).
Tips: bila hendak digunakan di Jakarta disarankan memakai jasa anti rayap terlebih dahulu.
Granite tile

Penutup lantai ini cukup naik daun saat ini terutama dengan maraknya pembangunan rumah dengan desain minimalis. Tampilannya yang mewah namun lebih tahan noda dan mudah perawatannya dibandingkan dengan marmer, membuat granite tile menjadi pilihan bagi banyak pemilik rumah.
Granite tile yang tersedia di pasaran beragam warna, corak, ukuran, dan buatannya. Biasanya yang digunakan adalah buatan lokal atau China, dengan ukuran yang paling populer adalah 60 x 60 cm2. Bila hendak menggunakan granite tile sebagai penutup lantai rumah Anda, saya sarankan carilah yang sudah tahan noda (harga relatif, biasanya berkisar antara 100rb s/d 250rb/m2).
Penutup lantai bukan hanya terdiri dari 3 jenis yang saya bahas di atas, namun masih ada beberapa lagi. Dengan kreatifitas bahkan kita bisa menciptakan penutup lantai yang unik namun bagus, yang sesuai dengan rumah kompak minimalis (akan saya bahas pada penulisan berikutnya).
Semoga tulisan saya ini cukup membantu, selamat bangun rumah!
Komentar Pembaca
- answer
1 day 21 min ago - answer this topic
1 week 22 hours ago - Silahkan
2 weeks 3 days ago - respond this post
7 weeks 6 days ago - Ingin belajar
10 weeks 3 days ago - respond
10 weeks 5 days ago - jawaban
24 weeks 2 days ago - Mo tanya Pak Swandi
24 weeks 4 days ago - Terimakasih
26 weeks 3 days ago - Web yang sangat informatif dan kreatif
26 weeks 3 days ago




Komentar
Tulis komentar baru